Minggu, 27 Mei 2012


 UJI SANITASI RUANGAN DAN ALAT


I.              TUJUAN
ü  Memahami metode uji sanitasi ruangan dan alat pengolahan pangan
ü  Mampu melakukan uji sanitasi ruangan dan alat pengolahan pangan dengan benar

II.              ALAT DAN BAHAN
ü  Alat
o    Cawan petri
o    Batang pengoles
o    Pipet Mikro + tip
o    Kapas
o    Aluminium foil
o    Tabung + rak

ü  Bahan
o    Plate Count Agar (PCA)
o    Larutan Pengencer

III.              DASAR TEORI
Udara di dalam suatu ruangan dapat merupakan sumber kontaminasi mikroba. Udara tidak mengandung mikroflora secara alami, tetapi kontaminasi dari lingkungan disekitarnya mengakibatkan udara mengandung berbagai mikroorganisme, misalnya dari debu, air, proses aerasi, dari penderita yang mengalami infeksi saluran pencernaan, dari ruangan yang digunakan dalam fermentasi dan sebagainya. Mikroorganisme yang terdapat di udara biasanya melekat pada bahan padat, misalnya debu, atau terdapat dalam droplet air (Gobel, 2008).
Kontaminasi oleh mikroorganisme dapat terjadi setiap saat dan menyentuh setiap permukaan seperti tangan atau alat (wadah). Oleh karena itu sanitasi lingkungan sangat perlu untuk diperhatikan terutama yang akan bekerja dalam bidang mikrobiologi atau pengolahan produk makanan atau Industri (Gobel, 2008).
Berdasarkan hal tersebut di atas maka dilaksanakanlah percobaan tersebut untuk mengetahui uji sanitasi lingkungan mengenai cara uji kontaminasi udara, tangan, serta kebersihan alat laboratorium.
Kehidupan bakteri tidak hanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan akan tetapi juga mempengaruhi keadaan lingkungan. Misalnya bakteri termogenesis menimbulkan panas di dalam media tempat ia tumbuh. Bakteri dapat pula mengubah pH dari media tempat ia hidup, perubahan ini disebut perubahan secara kimia (Lay, 1992).
Setiap spesies mikroorganisme akan tumbuh dengan baik dalam lingkungannya hanya selama kondisinya menguntungkan bagi pertumbuhannya dan mempertahankan dirinya. Begitu terjadi perubahan fisik atau kimia, seperti misalnya habisnya nutrien atau terjdi perubahan radikal dalam hal suhu atau pH yang membuat kondisi bagi pertumbuhan spesies lain lebih menguntungkan, maka organisme yang telah beradaptasi dengan baik di dalam keadaan lingkungan terdahulu terpaksa menyerahkan tempatnya kepada organisme yang dapat beradaptasi dengan baik di dalam kondisi yang baru itu (Pelczar, 1988).
Kontaminasi oleh mikroorganisme dapat terjadi setiap saat dan menyentuh permukaan setiap tangan atau alat. Dengan demikian sanitasi lingkungan sangat perlu diperhatikan terutama yang bekerja dalam bidang mikrobiologi atau pengolahan produk makanan atau industri (Volk dan Wheeler, 1984).
Sanitasi yang dilakukan terhadap wadah dan alat meliputi pencucian untuk menghilangkan kotoran dan sisa-sisa bahan, diikuti dengan perlakuan sanitasi menggunakan germisidal. Dalam pencucian menggunakan air biasanya digunakan detergen untuk membantu proses pembersihan. Penggunaan detergen mempunyai beberapa keuntungan karena detergen dapat melunakkan lemak, mengemulsi lemak, melarutkan mineral dan komponen larut lainnya sebanyak mungkin. Detergen yang digunakan untuk mencuci alat/wadah dan alat pengolahan tidak boleh bersifat korosif dan mudah dicuci dari permukaan (Volk dan Wheeler, 1984).
Proses sanitasi alat dan wadah ditunjukkan untuk membunuh sebagian besar atau semua mikroorganisme yang terdapat pada permukaan. Sanitizer yang digunakan misalnya air panas, halogen (khlorin atau Iodine), turunan halogen dan komponen amonium quarternair (Gobel, 2008).
Metode hitung cawan di dasarkan pada anggapan bahwa setiap sel yang dapat hidup akan berkembang menjadi satu koloni. Jadi jumlah koloni yang muncul pada cawan merupakan suatu indeks bagi jumlah organisme yang dapat hidup yang terkandung dalam sampel (Hadioetomo, 1990).
Metode yang dapat digunakan untuk menghitung jumlah mikroba dalam bahan pangan terdiri dari metode hitung cawan (Most probable Number) dan metode hitungan mikroskopik langsung. Dari metode-metode tersebut metode hitungan cawan paling banyak digunakan. Metode lainnya yang dapat digunakan untuk menghitung jumlah mikroba di dalam suatu larutan adalah metode turbidimetri. Tetapi metode ini sukar diterapkan pada bahan pangan, misalnya sari buah, biasanya mengandung komponen-komponen yang menyebabkan kekeruhan sehingga kekeruhan larutan tidak sebanding dengan jumlah mikroba yang terdapat di dalamnya (Dwijoseputro, 1987).
Dalam melakukan  uji sanitasi ruangan alat-alat pengolahan dapat dilakukan beberapa cara, diantaranya adalah :
ü  Metode cawan terbuka, dimana cawan berisi medium yang sudah beku dibiarkan terbuka selama beberapa waktu tertentu di dalam ruangan yang akan diuji sanitasinya, kemudian cawan diinkubasikan untuk melihat adanya pertumbuhan koloni.
ü  Metode oles (swab), dilakukan seperti cara yang diterapkan untuk menghitung jumlah mikroba pada permukaan bahan pangan , misalnya daging dan ikan.
ü  Metode Rodac, dilakukan terhadap alat-alat pengolahan terutama yang mempunyai permukaan datar seperti piring, talenan, loyang, panic, dan sebagainya, yaitu dengan cara mengadakan kontak langsung pada agar cawan.
ü  Metode bilas, dilakukan dengan cara membilas alat-alat atau wadah yang digunakan untuk mengolah atau mengepak makanan.

IV.              PROSEDUR KERJA
ü  Metode Cawan Terbuka
o    Disiapkan 2 cawan PCA yang diberi tanda nama ruangan dan waktu kontak dengan udara yaitu 10 dan 20 menit.
o    Secara bersamaan dibuka cawan-cawan tersebut di dalam ruangan yang ditetapkan sehingga agar mengalami kontak dengan udara di dalam ruangan tersebut.
o    Kemudian ditutup cawan petri satu per satu masing-masing setelah 10 dan 20 menit.
o    Diikubasikan semua cawan pada suhu 30-32ºC selama 2-3 hari.
o    Diamati adanya pertumbuhan dan dihitung jumlah koloni yang tumbuh. Jika pertumbuhan koloni tidak mungkin dilakukan karena pertumbuhan yang menyebar, maka dinyatakan secara relatif dengan tanda – sampai + +  +.

ü  Metode Oles
o    Disiapkan satu tabung yang berisi 9 ml larutan pengencer dan batang oles yang telah disterilkan,
o    Disiapkan 1 cawan petri steril yang diberi tanda nama alat yang akan diuji kebersihannya.
o    Dieras batang oles dengan cara menekan-nekannya pada dinding tabung reaksi bagian atas sambil diputar-putar. Kemudian batang oles tersebut digunakan untuk menyeka seluruh permukaan alat-alat yang dalam penggunaanya akan mengalami kontak langsung dengan makanan.
o    Penyekaan dilakukan sampai 3 kali, tetapi tidak dilakukan pada bagian-bagian alat yang digunakan untuk memegang.
o    Batang oles dimasukkan kembali ke dalam tabung yang berisi larutan pengencer, diaduk, dan tabung diputar-putar menggunakan kedua tangan selama 2 menit.
o    Batang oles diperas kembali pada dinding tabung, kemudian dikeluarkan dari tabung.
o    Inkubasi dilakukan pada suhu 30-32ºC selama 2-3 hari.
o    Dihitung koloni yang tumbuh dan nyatakan dalam jumlah koloni mikroba per permukaan alat

ü  Metode Bilas
o    Disiapkan 2 cawan petri steril yang diberi tanda nama botol dan jumlah contoh.
o    Dimasukkan 9 ml larutan pengncer ke dalam botol sampel.
o    Dibilas seluruh permukaan bagian dalam botol dengan cara memutar-mutar botol secara horizontal sebanhyak 10 kali.
o    Diinokulasikan 2 cawan petri masing-masing dengan 1ml dan 0,1 ml suspensi tersebut.
o    Diinkubasikan pada suhu 30-32ºC selama 2-3 hari.
o    Dihitung koloni yanh tumbuh, dan nyatakan dalam jumlah koloni per wadah botol

V.              DATA PENGAMATAN
ü  Metode Cawan Terbuka
Waktu Kontak
Ruangan
Pertumbuhan Koloni
10 Menit
Lab. Maritim
++
20 Menit
+++

ü  Metode Oles
Alat
Pertumbuhan Koloni
Timbangan
++++


ü  Metode Bilas
Jumlah sampel
Pertumbuhan Koloni
0,1 mL
+
1 mL
+++

VI.             

VII.              KESIMPULAN
Dari praktikum dapat disimpulkan bahwa pengujian sanitasi terhadap ruangan diperlukan agar tidak terjadi kontaminasi antara mikroba dan bahan pangan. Pada pengujian sanitasi diatas didapatkan pertumbuhan mikroba terbanyak yaitu pada metode oles sedangkan pertumbuhan mikroba yang paling kecil yaitu pada metode bilas 0,1 mL.

VIII.              DAFTAR PUSTAKA
Jobsheet Lab. Mikrobiologi Pangan. Jurusan Teknik Kimia. 2012. PNUP
Mas’ud, fajriati. Bahan ajar mikrobiologi. 2012.PNUP, Makassar.


 Nanti sy yg prinkan lampirannya krn tdk bsa d copy.







































Tidak ada komentar:

Posting Komentar