Jumat, 25 Mei 2012


UJI MIKROBIOLOGI SAYUR & BUAH

I.              TUJUAN
·           Memahami metode uji mikrobiologi telur,
·           Mampu melakukan uji mikrobiologi telur dengan benar.

II.              ALAT & BAHAN
·           Alat
o    Tabung reaksi + rak
o    Cawan petri
o    Erlenmeyer 250 mL
o    Corong
o    Spatula
o    Gelas ukur 100 mL
o    Labu semprot
o    Gelas kimia 50 mL, 600 mL, 250 mL dan 2000 mL
o    Pipet ukur 10 mL
o    Pengaduk kaca
o    Bunsen
o    Penyamprot alkohol
o    Pipet mikro + tip
o    Loyang
o    Pisau
o    Pinset

·           Bahan
o    Sayur bayam
o    Buah apel

III.              DASAR TEORI
IV.              PROSEDUR KERJA
·           Buah
o    Dipotong buah secara aseptik seluas 2 cm x 2,5 cm, menggunakan pinset dan pisau atau gunting yang terlebih dahulu dicelupkan ke dalam alkohol.
o    Dicelupkan potongan tersebut ke dalam gelas kimia yang berisi 9 ml larutan pengecer.
o    Dikocok dan didiamkan selama 10 menit.
o    Dilakukan pengenceran hingga pengenceran 10-4.
o    Dilakukanlah pemupukan suspensi tersebut sebanyak 1 mL pada cawan petri yang telah berisi media PCA pada pengenceran 10-3 dan 10-4.
o    Pemupukan dilakukan duplo
o    Diiinkubasikan dalam posisi terbalik pada suhu 30 - 32ºC selama 2 – 3 hari.
o    Dihitung koloni yang tumbuh.
o    Dilakukan pelaporan secara SPC

·           Sayuran
o    Diambil bagian-bagian dari sayuran yang mengalami busuk air, menggunakan pinset dan pisau atau gunting yang terlebih dahulu dicelupkan ke dalam alkohol.
o    Dicelupkan potongan tersebut ke dalam gelas kimia yang berisi 9 ml larutan pengecer.
o    Dikocok dan didiamkan selama 10 menit.
o    Dilakukan pengenceran hingga pengenceran 10-4.
o    Dilakukanlah pemupukan suspensi tersebut sebanyak 1 mL pada cawan petri yang telah berisi media PCA pada pengenceran 10-3 dan 10-4.
o    Pemupukan dilakukan duplo
o    Diiinkubasikan dalam posisi terbalik pada suhu 30 - 32ºC selama 2 – 3 hari.
o    Dihitung koloni yang tumbuh.
o    Dilakukan pelaporan secara SPC
o    Dibuat perlakukaan yang sama terhadap sampel sayur segar

V.              DATA PENGAMATAN
·           Buah
Pengenceran 10-3 simplo      = 334
Pengenceran 10-3 duplo       = 316
Pengenceran 10-4 simplo      = 100
Pengenceran 10-4 duplo       = 88

·           Sayur Segar
Pengenceran 10-3 simplo      = 289
Pengenceran 10-3 duplo       = 156
Pengenceran 10-4 simplo      = 96
Pengenceran 10-4 duplo       = 116

·           Sayur busuk
Pengenceran 10-3 simplo      = 392
Pengenceran 10-3 duplo       = 468
Pengenceran 10-4 simplo      = 124
Pengenceran 10-4 duplo       = 180

PERHITUNGAN
·           Buah
Jumlah koloni
Per pengenceran
Standard Plate Count
Keterangan
10-3
10-4
334
316
100
88
9,4 x 105
Rata-rata dari pengenceran 10-4.

·           Sayur segar
Jumlah koloni
Per pengenceran
Standard Plate Count
Keterangan
10-3
10-4
289

156
96

116
2,2 x 105
Rata-rata dari pengenceran 10-3 karena perbandingan antara pe-ngenceran 10-3 dan 10-4 lebih besar 2

·           Sayur busuk
Jumlah koloni
Per pengenceran
Standard Plate Count
Keterangan
10-3
10-4
392
468
124
180
1,5 x 106
Rata-rata dari pengenceran 10-4


VI.              KESIMPULAN
VII.              DAFTAR PUSTAKA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar