Faktor risiko yang memudahkan Osteoporosis:
- Asupan zat gizi yang tidak seimbang khususnya kurang kalsium dan vitamin D
- Proses penuaan
- Faktor keturunan
Pencegahan osteoporosis sejak dini dilakukan dengan
berbagai cara, diantaranya adalah:
- Asupan zat gizi yang berkaitan dengan pembentukan tulang seperti kalsium,vitamin D
- Aktivitas fisik yang teratur sangat penting untuk pembentukan tulang
Kekerasan tulang setiap orang akan berangsur-angsur menurun
setelah memasuki umur 40 tahun. Pada wanita, menopause mempercepat
proses pengeroposan tulang ini, khususnya jika mereka memiliki
tulang-tulang yang tipis atau kecil, berambut merah atau pirang atau
kulitnya berbintik-bintik, keturunan orang Eropa Utara atau Asia atau
tidak pernah mempunyai anak. Merokok, hidup menetap, minum
kortikosteroid, dan mengkonsumsi makanan yang mengandung sedikit
kalsium juga meningkatkan resiko pengeroposan ini. Makin awal mengalami
menopause, semakin tinggi resiko anda.
Gaya Hidup Sehat untuk mencegah osteoporosis adalah:
- Mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang yang memenuhi
kebutuhan nutrisi dengan unsur kaya serat,rendah lemak,dan kaya
kalsium (1000 -1500 mg per hari). Pastikan diet anda mengandung
1000 miligram kalsium per hari ( jika anda pra menopause ) atau
1500 miligram per hari (jika anda post-menopause). Hindari
suplemen yang berasal dari dolomite atau tepung tulang,
bagaimanapun juga dalam mengkonsumsi kalsium jangan melebihi 1500
miligram kalsium per hari

- Kurangi sodium, garam, daging merah, dan makanan yang diasinkan
- Mulailah program reguler, latihan mempertahankan berat badan seperti jalan-jalan, jogging, bersepeda atau aerobik yang tak berpengaruh atau pegaruhnya rendah
- Hindari minum kopi secara berlebihan karena dapat
mengeluarkan kalsium secara berlebihan, kurangi juga
softdrink/minuman ringan karena dapat menghambat penyerapan
kalsium

- Hindari minuman beralkohol dan rokok karena dapat menyerap cadangan kalsium dalam tubuh.
- Paparan matahari (di pagi hari dan sore menjelang magrib ) membantu pembentukan vitamin D
Tanyakan pada dokter tentang terapi penggantian
estrogen yang dapat mencegah osteoporosis dan efek-efek samping dari
menopause yang lain.[]
cara mencegah osteoporosis.
Makanan
Negara konsumsi dan produsen susu seperti Amerika Serikat justru mempunyai resiko Osteoporosis yang tinggi, sedangkan wanita Asia di Hongkong yangs edikit mengkonsumsi dan memproduksi susu hanya separuhnya beresiko Osteoporosis. Salah satu faktor penentunya adalah makanan yang kaya dengan kalsium, Menu wanita asia sarat dengan sayuran hijau, kacang-kacangan (kacang merah, kacang panjang) dan produk kedelai (tahu, tempe, susu kedelai) yang kaya phytoestrogen, estrogen alami yang dibutuhkan tubuh untuk memperlancar penyerapan kalsium. Makan pemasok kalsium lainya berupa ikan (teri, rebon), Sarden dan Mackarel kalengan (dengan tulang) dan buah-buah kering, sereal (jali, havermut)
Menabung Kalsium
Suatu penelitian mengungkapkan bahwa menabung kalsium dimasa muda mmeperkuat tulang dan mengurangi resiko patah tulang saat terjadi penuaan. Mengkonsumsi kalsium tidak akan membentuk pertumbuhan tulang, melainkan menambah massanya sampai berumur 30 tahun. Penambahan kalsium yang cukup setelah dewasa sangat penting karena dapat mengurangi risiko rapuh tulang dan mencegah patah tulang. Saat menopause, kadar hormon estrogen sudah menurun sehingga tulang kehilangan kalsium.
Jadi, bagaimana menabung kalsium?Yang utama, penuhi dulu kecukupan kasium setidaknya 900-1.000 mg per hari. Sumber utama antara lain: kedelai dan hasil olahannya (tempe, tahu, susu kedelai), sayuran daun hijau (daun singkong, daun pepaya, daun katuk, kangkung, bayam, sawi) susu, ikan sarden kaleng.
Sebuah studi menunjukkan bahwa wanita dan pria yang mengkonsumsi kalsium 760 mg sehari lebih sedikit mengalami patah tulang dibandingkan dengan orang yang hanya mengkonsumsi kalsium sebanyak 400 mg sehari.
Mengoptimalkan Terapi Hormon Estrogen
Rapuh tulang terjadi saat kadar estrogen menurun. Dengan meningkatnya usia, tulang akan kehilangan kalsium sehingga tidak padat dan rapuh. Wanita yang menopause beresiko lebih tinggi terkena Osteoporosis karena menurunnya produksi hormon estrogen. Dalam tubuh, estrogen membantu penyerapan kalsium ke dalam tulang sehingga ketika kadar estrogen turun, maka wanita akan kehilangan kalsium tulang dengan cepat
Penggantian estrogen memperbaiki pembentukan dan pemadatan tulang serta mengembalikan kita pada masa pramenopause. Restorasi terjadi setelah menjalani terapi enam samapai duapuluh bulan dan akan berlangsung selama kita menggunakan estrogen.
Bila menggunakan estrogen selam bertahun-tahun di masa menopause, kita hanya kehilangan 16 persen kepadatan tulang disaat usia 50 dan 80 tahun. Artinya, kita akan memiliki kepadatan tulang 22 persen lebih tinggi dari pada wanita yang tidak pernah menggunkana estrogen sehingga 73 persen menurunkan risiko patah tulang.
Mengkonsumsi vitamin D
Kecukupan zat gizi membantu penyerapan kalsium dan menghalangi pencuciannya dari tulang. Khususnya vitamin D dan beberapa mineral mikro, seperti boron dan mangan. Tanpa vitamin D yang cukup, pertumbuhan tulang lemah dan densitasnya rendah. Soalnya, vitamin D bertugas memanfaatkan susunan deposit kalsium dalam tulang agar padat, kuat dan masif. Sumber vitamin D umumnya jenis ikan berlemak, seperti ikan salmon kaleng, ikan sarden kalengan, ikan mas, serta susu, telur dan belut yang kadar vitamin D nya jauh lebih tinggi 10 kali lipat kadarnya dalam ikan atau 50 kali susu! Pasokan vitamin D bisa ditingkatkan dengan berjemur di bawah sinar matahari pada pagi paling sedikit 15 menit. Sinar ultraviolet bekerja mengubah provitamin D yang secara alami terdapat dalam tubuh menjadi vitamin D.
Mengoptimalkan kadar mangan
Dr. Jeanna-Graves, guru besar bidang gizi pada University of Texas AS, mengemukakan, bahwa para wanita penderita rapuh tulang umumnya adalah mereka yang kadar mangan dalam darahnya 1/3 lebih rendah dari wanita sehat. Bila kecukupan zat gizi tersebut terpenuhi tubuhnya berlomba menyerap asupan kalsium dua kali lipat dari biasanya. Hal ini membuktikan betapa besarnya peranan mangan dalam membantu penyerapan kasium. Oleh karena itu, ia menyarankan agar kaum wanita mengkonsumsi jus nenas, yang mengandung zat mangan yang sudah lebih siap serap.
Olahraga
Mulailah berolah raga secara teratur. Pilih jalan kaki, lari (jogging) bersepeda, yoga, tai chi atau aerobik. Semuanya menekankan tubuh pada bumi sehingga tulang dirangsang untuk menjadi lebih padat.
cara mencegah osteoporosis.
Makanan
Negara konsumsi dan produsen susu seperti Amerika Serikat justru mempunyai resiko Osteoporosis yang tinggi, sedangkan wanita Asia di Hongkong yangs edikit mengkonsumsi dan memproduksi susu hanya separuhnya beresiko Osteoporosis. Salah satu faktor penentunya adalah makanan yang kaya dengan kalsium, Menu wanita asia sarat dengan sayuran hijau, kacang-kacangan (kacang merah, kacang panjang) dan produk kedelai (tahu, tempe, susu kedelai) yang kaya phytoestrogen, estrogen alami yang dibutuhkan tubuh untuk memperlancar penyerapan kalsium. Makan pemasok kalsium lainya berupa ikan (teri, rebon), Sarden dan Mackarel kalengan (dengan tulang) dan buah-buah kering, sereal (jali, havermut)
Menabung Kalsium
Suatu penelitian mengungkapkan bahwa menabung kalsium dimasa muda mmeperkuat tulang dan mengurangi resiko patah tulang saat terjadi penuaan. Mengkonsumsi kalsium tidak akan membentuk pertumbuhan tulang, melainkan menambah massanya sampai berumur 30 tahun. Penambahan kalsium yang cukup setelah dewasa sangat penting karena dapat mengurangi risiko rapuh tulang dan mencegah patah tulang. Saat menopause, kadar hormon estrogen sudah menurun sehingga tulang kehilangan kalsium.
Jadi, bagaimana menabung kalsium?Yang utama, penuhi dulu kecukupan kasium setidaknya 900-1.000 mg per hari. Sumber utama antara lain: kedelai dan hasil olahannya (tempe, tahu, susu kedelai), sayuran daun hijau (daun singkong, daun pepaya, daun katuk, kangkung, bayam, sawi) susu, ikan sarden kaleng.
Sebuah studi menunjukkan bahwa wanita dan pria yang mengkonsumsi kalsium 760 mg sehari lebih sedikit mengalami patah tulang dibandingkan dengan orang yang hanya mengkonsumsi kalsium sebanyak 400 mg sehari.
Mengoptimalkan Terapi Hormon Estrogen
Rapuh tulang terjadi saat kadar estrogen menurun. Dengan meningkatnya usia, tulang akan kehilangan kalsium sehingga tidak padat dan rapuh. Wanita yang menopause beresiko lebih tinggi terkena Osteoporosis karena menurunnya produksi hormon estrogen. Dalam tubuh, estrogen membantu penyerapan kalsium ke dalam tulang sehingga ketika kadar estrogen turun, maka wanita akan kehilangan kalsium tulang dengan cepat
Penggantian estrogen memperbaiki pembentukan dan pemadatan tulang serta mengembalikan kita pada masa pramenopause. Restorasi terjadi setelah menjalani terapi enam samapai duapuluh bulan dan akan berlangsung selama kita menggunakan estrogen.
Bila menggunakan estrogen selam bertahun-tahun di masa menopause, kita hanya kehilangan 16 persen kepadatan tulang disaat usia 50 dan 80 tahun. Artinya, kita akan memiliki kepadatan tulang 22 persen lebih tinggi dari pada wanita yang tidak pernah menggunkana estrogen sehingga 73 persen menurunkan risiko patah tulang.
Mengkonsumsi vitamin D
Kecukupan zat gizi membantu penyerapan kalsium dan menghalangi pencuciannya dari tulang. Khususnya vitamin D dan beberapa mineral mikro, seperti boron dan mangan. Tanpa vitamin D yang cukup, pertumbuhan tulang lemah dan densitasnya rendah. Soalnya, vitamin D bertugas memanfaatkan susunan deposit kalsium dalam tulang agar padat, kuat dan masif. Sumber vitamin D umumnya jenis ikan berlemak, seperti ikan salmon kaleng, ikan sarden kalengan, ikan mas, serta susu, telur dan belut yang kadar vitamin D nya jauh lebih tinggi 10 kali lipat kadarnya dalam ikan atau 50 kali susu! Pasokan vitamin D bisa ditingkatkan dengan berjemur di bawah sinar matahari pada pagi paling sedikit 15 menit. Sinar ultraviolet bekerja mengubah provitamin D yang secara alami terdapat dalam tubuh menjadi vitamin D.
Mengoptimalkan kadar mangan
Dr. Jeanna-Graves, guru besar bidang gizi pada University of Texas AS, mengemukakan, bahwa para wanita penderita rapuh tulang umumnya adalah mereka yang kadar mangan dalam darahnya 1/3 lebih rendah dari wanita sehat. Bila kecukupan zat gizi tersebut terpenuhi tubuhnya berlomba menyerap asupan kalsium dua kali lipat dari biasanya. Hal ini membuktikan betapa besarnya peranan mangan dalam membantu penyerapan kasium. Oleh karena itu, ia menyarankan agar kaum wanita mengkonsumsi jus nenas, yang mengandung zat mangan yang sudah lebih siap serap.
Olahraga
Mulailah berolah raga secara teratur. Pilih jalan kaki, lari (jogging) bersepeda, yoga, tai chi atau aerobik. Semuanya menekankan tubuh pada bumi sehingga tulang dirangsang untuk menjadi lebih padat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar